Dikisahkan, di sebuah dusun
tinggallah keluarga petani yang memiliki seorang anak masih bayi. Keluarga itu
memelihara seekor anjing yang dipelihara sejak masih kecil. Anjing itu pandai,
setia, dan rajin membantu si petani. Dia bisa menjaga rumah bila majikannya
pergi, mengusir burung-burung di sawah dan menangkap tikus yang berkeliaran di
sekitar rumah mereka. Si petani dan istrinya sangat menyayangi anjing tersebut.
Suatu hari, si petani harus menjual hasil panennya ke kota. Karena beban berat
yang harus di bawanya, dia meminta istrinya ikut serta untuk membantu, agar
secepatnya menyelesaikan penjualan dan sesegera mungkin pulang ke rumah. Si
bayi di tinggal tertidur lelap di ayunan dan dipercayakan di bawah penjagaan
anjing mereka. Menjelang malam setiba di dekat rumah, si anjing berlari
menyongsong kedatangan majikannya dengan menyalak keras berulang-
ulang, melompat-lompat dan
berputar-putar, tidak seperti biasanya. Suami istri itu pun heran dan merasa
tidak tenang menyaksikan ulah si anjing yang tidak biasa. Dan Betapa kagetnya
mereka, setelah berhasil menenangkan anjingnya…astaga, ternyata moncong si anjing
berlumuran darah segar.










